SANG ALIF DI SAMUDRA BA
View Detail
Di atas kanvas kelam yang menyerupai samudra kehidupan dan jagat raya, hadir pusaran galaksi, komet, serta kaligrafi bercahaya sebagai gambaran perjalanan spiritual manusia—pertemuan antara yang terbatas dan Yang Tak Terbatas.
Alif: Sang Pencari Cahaya
Di kiri bawah, Alif berdiri tegak sebagai simbol seorang salik, hamba yang menempuh jalan spiritual. Bentuknya yang lurus melambangkan keteguhan iman dan kepasrahan kepada Allah Swt., sementara warna emas merepresentasikan harapan dan kerinduan untuk kembali kepada-Nya.
Ba: Samudra Kehidupan
Lengkungan Ba menjadi simbol wadah kehidupan, tempat Alif menjalani perjalanan, ujian, dan takdir. Kehadiran Alif di dalamnya bukan keterkungkungan, melainkan kesempatan untuk mengalami dan memahami kehidupan.
Titik Ba: Sang Pemelihara
Titik emas di puncak Ba melambangkan Dzat Yang Maha Memelihara, sumber petunjuk dan tujuan tertinggi sang hamba. Ia menjadi cahaya yang menuntun Alif agar tidak tersesat dalam dunia fana.
Al-Qurbah: Jalan Menuju Keabadian
Pusaran kosmik menggambarkan thariqah, perjalanan batin menuju kedekatan dengan Allah. Dalam proses penyucian diri, ego dan keterikatan duniawi perlahan dilepaskan hingga jiwa mendekati cahaya Ilahi.
Peleburan dalam Sang Maha Segalanya
Cahaya paling terang di pusat pusaran melambangkan Al-Haq, Kebenaran Mutlak. Di sanalah Alif mengalami fana' fillah—bukan kehilangan keberadaan, melainkan lenyapnya ego dan lahirnya kesadaran dalam kehadiran Ilahi.
Lukisan ini menjadi tafsir visual tentang perjalanan sang hamba: dari dunia fana, menempuh jalan penyucian, hingga kembali kepada Sang Kekasih Abadi dalam cahaya dan kedamaian.