Lihat Detail
Di hamparan kanvas ini, waktu seakan berhenti untuk memberi ruang bagi sebuah penghormatan agung. Lukisan ini adalah manifestasi visual dari sebuah maklumat langit: "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat untuk Nabi."
Garis-garis kaligrafi yang meliuk dinamis bukan sekadar torehan tinta, melainkan representasi dari getaran rindu yang membubung tinggi. Cahaya kuning di puncak karya melambangkan Kemuliaan Ilahi yang turun menyinari bumi, sementara pendaran warna biru dan hijau menggambarkan kedamaian serta kesuburan iman yang tumbuh di hati para pecinta Baginda Nabi.
Di bagian bawah, lingkaran-lingkaran zikir yang konsentris membungkus nama "Muhammad" dengan penuh takzim—sebuah pengingat bahwa beliau adalah pusat dari keberkahan alam semesta. Setiap sapuan warna adalah doa, dan setiap tarikan garis adalah napas kecintaan yang tak kunjung padam. Inilah sebuah simfoni visual yang mengajak mata untuk memandang, namun memaksa jiwa untuk berselawat.
Semoga Kita Semua Selalu dalam Rida dan Pertolongan Allah SWT. Aamiin… Aamiin…. Aamiin… Allahumma Aamiin.