MUSAFIR CAHAYA DI MALAM TANPA BATAS
View Detail
Dalam kanvas yang gelap gulita, seorang musafir tampak berjalan menjauh dengan tubuh memancarkan cahaya putih. Membawa tas sederhana dan tongkat kayu, ia melangkah tegap di atas tanah yang gelap dan basah, melambangkan perjalanan hidup yang penuh ketidakpastian, namun tetap ditempuh dengan keyakinan dan keteguhan hati.
Di hadapannya berdiri sebuah masjid agung dengan kubah dan menara yang menjulang, hadir sebagai simbol rumah, perlindungan jiwa, serta tujuan spiritual dalam perjalanan sang musafir. Nuansa hitam, putih, dan abu-abu melalui teknik lukis 3D memperkuat kesan sunyi, mendalam, dan penuh perenungan.
Cahaya putih sang musafir menjadi simbol kesucian hati, kebenaran, dan harapan yang tak pernah padam. Lukisan ini menggambarkan pencarian makna hidup dan perjalanan mendekat kepada Sang Pencipta, sebagaimana pesan QS. At-Thalaq: 11 tentang iman, amal saleh, dan balasan Allah bagi orang-orang yang beriman.
Lukisan ini menjadi ajakan untuk terus melangkah di jalan kebenaran, menjadikan cahaya keyakinan sebagai penuntun di tengah gelapnya perjalanan kehidupan.