View Detail
Di atas kanvas ini, sebuah rahasia langit disingkap melalui tarian warna dan garis. "Allah Nurus Samawati wal Ardh"—Allah cahaya langit dan bumi—bukan sekadar deretan huruf, melainkan ruh yang berdenyut di tengah labirin eksistensi.
Lihatlah bagaimana asma agung itu tegak dengan warna kuning keemasan, layaknya mentari yang menjadi poros bagi segala kehidupan. Ia tidak berdiri sendiri; ia merambat, menyusup, dan memeluk jaring-jaring seluler yang memenuhi latar belakang. Pola-pola organik yang saling bertautan itu adalah perlambang dari keterhubungan seluruh makhluk—dari galaksi yang maha luas hingga sinapsis terkecil dalam pikiran manusia.
Warna-warna yang kontras—merah yang membara, biru yang tenang, dan hijau yang menghidupkan—mewakili keragaman sifat alam semesta. Semuanya diikat oleh jaring cahaya yang seolah berbisik bahwa tidak ada satu sudut pun di jagat raya ini yang luput dari pancaran Nur-Ilahi.
Lukisan ini adalah sebuah kontemplasi visual; sebuah pengingat bahwa di balik kompleksitas dunia yang tampak rumit seperti jaring, ada satu Cahaya Utama yang menuntun segala arah. Ia adalah simfoni antara seni modern dan pesan abadi, mengajak mata untuk memandang dan hati untuk bersujud.
Semoga Kita Semua Selalu dalam Rida dan Pertolongan Allah SWT. Aamiin… Aamiin…. Aamiin… Allahumma Aamiin.