Lihat Detail
Dalam lukisan ini, tertuang sebuah alegori spiritual yang getir, namun menggugah jiwa. Seekor keledai, dengan rupa yang terfragmentasi dalam mosaik warna-warna yang gelisah, digambarkan sedang memacu langkah menjauh—menjadi simbol mereka yang memilih melarikan diri dari kebenaran hakiki.
Di belakangnya, sang pembawa cahaya berdiri dengan tenang, menggenggam kitab suci sebagai lentera keabadian. Cahaya itu memancar dengan agung, menawarkan petunjuk bagi setiap jiwa yang mencari jalan pulang. Namun, sang keledai memilih berpaling. Ia lebih terpikat oleh hiruk-pikuk dunia yang fana, oleh serpihan-serpihan warna yang semarak namun menyesatkan, daripada berdiam dalam keteduhan cahaya hidayah.
Lukisan ini menjadi sebuah pengingat visual yang mendalam bahwa mereka yang menutup mata terhadap kebenaran akan terus berlari di dalam labirin kebingungan dan ketidaktahuan. Padahal, cahaya petunjuk senantiasa menyinari mereka dengan kasih sayang, menunggu saat ketika hati bersedia berhenti, menoleh, dan menerima kebenaran.
Semoga Kita Semua Selalu dalam Rida dan Pertolongan Allah SWT. Aamiin… Aamiin…. Aamiin… Allahumma Aamiin.